29 Maret 2014

Societeit Concordia Kini

Jalan Asia Afrika, Bandung.  Mungkin orang mengenalnya karena merupakan jalan utama yang terletak di kawasan mahal dan bersilangan dengan jalan Braga yang ngetop.  Lalu lintas yang padat dengan pengendara yang tidak sabaran membuat para pejalan kaki tidak nyaman untuk menikmati sepotong sejarah di jalan  ini.


23 Maret 2014

Kawasan Gunung Patuha

Alkisah, kawasan sekitar gunung Patuha terkenal angker.  Masyarakat sekitar sering menyaksikan burung-burung yang melintasi wilayah tersebut mendadak mati.

Kejadian itu pun dituturkan penduduk pada seorang asing, Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ahli botani dan biologi.  Junghuhn yang akademisi tentu saja tidak percaya pada mitos.  Ia pun penasaran dan mendaki kawasan gunung Patuha untuk mencari tahu penyebab kematian burung-burung tersebut.


Setelah susah payah menerobos hutan dan membabat alang-alang, ia pun segera takjub dengan apa yang dilihatnya, sebuah danau kawah dengan air berwarna putih kebiruan dan bau belerang yang menyengat.

Lembaga Anti Korupsi, Dulu dan Kini

Korupsi dan Gratifikasi.

Ribut-ribut pemberitaan itu selalu menemani hidup kita sehari-hari dari pagi hingga malam.  Mata dan kuping kenyang dibombardir berita para pejabat dan petinggi anu dari daerah A atau partai B yang dipanggil KPK untuk menghadapi sejumlah pertanyaan tentang asal muasal harta dan uang yang berseliweran di rekeningnya.


Tak heran jika penyelidikan tak pernah mulus tuntas karena melibatkan begitu banyak orang penting dengan skenario yang njelimet dan bertele-tele walaupun baunya sudah kemana-mana. Tidak ada kasus yang berdiri sendiri.


Ah ya, soal orang dekat Presiden yang disebut-sebut terlibat, tak usah heran.  Kalau mau ditelisik, Presiden pertama kita pun tak luput, disadari atau tidak terlibat dalam hal-hal yang berbau gratifikasi yang berujung pada intervensi kasus-kasus korupsi yang melibatkan orang dekat di lingkup kekuasaannya.  

06 Maret 2014

Perang Ideologi dan Kekerasan Budaya

Kebudayaan merupakan pusat kehidupan suatu bangsa dan juga akumulasi perjalanan hidup yang dinamis dimana seluruh energi dan pikiran manusia dikeluarkan untuk menghadapi tantangan.

Barang siapa dapat mempengaruhi dan mengarahkan kebudayaan maka dialah pemenangnya. Jangan heran bila negara-negara maju tak segan menggelontorkan dana, mendirikan pusat-pusat kebudayaan di negara-negara dunia ketiga, dari pemberian beasiswa pendidikan, pekan film, distribusi buku-buku sampai cara berpakaian dan musik yang nantinya akan berpengaruh terhadap gaya hidup dan identitas masyarakat.

Kebudayaan pun dapat diarahkan berdasarkan situasi politik yang berlaku pada masa itu. Nah, pengaruh kebijakan politik itulah yang nantinya menentukan hidup matinya suatu ideologi yang berimbas pada segala sesuatu yang berhubungan kebudayaan.

Khususnya pasca tahun 1965.
Bagaimana peran-peran agen kebudayaan asing CCF (Congress for Cultural Freedom) dalam mensponsori gerakan anti komunis di Indonesia. Dana CCF yang ditanggung hampir tanpa batas oleh CIA memungkinkan untuk mereka melakukan infiltrasi terhadap para cerdik pandai.  Saat Soekarno makin cenderung bergeser ke kiri, para cendekiawan dari PSI dan Masyumi serta aktivis kebudayaan mulai membangun jaringan dengan Amerika. Tak bisa dilepaskan nama populer Ivan Kats yang disebut-sebut sebagai orang CIA yang menyusup sebagai staf CCF.

dari google