"....Adakah kau mengerti kasih, rindu hati ini...."
"....Mungkinkah kau percaya kasih, bahwa diri ini ingin memiliki..."
Sepenggal lirik yang tidak sengaja terdengar saat iseng zaping program sahur....potongan video clip lagu terakhir Chrisye....
Penasaran dg lagunya, langsung meluncur ke youtube....dan menikmati 2 versi, video clip dan live kolaborasinya vokalis Nidji dan Peter Pan..
Ah,,,syair lagu2 Chrisye seperti biasa,,klasik namun menggapai palung hati.
20 September 2008
14 September 2008
Nyai Ontosoroh

Terbaca juga karya fenomenal Pram, buku awal dari tetralogi pulau Burunya....BUMI MANUSIA. Tanpa saya sadari selama ini saya lumayan banyak mengkoleksi buku2 Pram, jauh sebelum hebohnya menjadi nominator Nobel.
Paling tidak ada 4 karya Pram bertengger di rak.
Dari Bumi Manusia inilah, saya mengenal "Minke", seorang Raden Mas yang bersekolah di HBS. Seorang Jawa yang terpesona oleh budaya Eropa yang menghargai ilmu pengetahuan dan fasih berbahasa Belanda dan Perancis.
Minke yang menolak menyembah terhadap pembesar Jawa, termasuk ayahnya sendiri seorang Bupati dan jatuh cinta kepada Annelies, seorang Indo, anak seorang Gundik
Ia mencoba melawan anggapan Eropa, bahwa bangsa Jawa adalah bangsa yang merasa hebat bila berada diantara mereka sendiri, tapi segera melata bila berhadapan dengan seorang Eropa, sehingga mengangkat kepalanya pun tidak berani
Ada tokoh lain yang mempesona... "Nyai Ontosoroh" ....bukan seorang Raden Ayu, namun hanyalah Gundik Belanda bernama Sanikem yg dijual oleh ayahnya sendiri, Sastrosutomo demi mendapat kedudukan sebagai juru bayar.
Dendam yang membara karena dijual oleh ayahnya, membuatnya memutus hubungan dg keluarga dan jadilah ia seorang Nyai yang terus belajar dari Tuannya tentang seni, bahasa Belanda dan cara mengelola perusahaan. Dendamnya membuat ia belajar keras utk menguasai pengetahuan. Dari seorang buta huruf menjadi kutubuku. Walaupun ia berhak dipanggil Meffrouw...namun ia berkeras bahwa Ia adalah seorang Nyai...Nyai Ontosoroh, seorang Gundik...gambaran dendamnya yg tak pernah padam
Jadilah Sanikem bernama Nyai Ontosoroh, perempuan cerdas, melebihi perempuan Belanda, melebihi bangsanya, pengelola perusahaan milik Robert Mellema. Tapi ia sadar, sesadar sadarnya..seorang Gundik, walaupun diluar kemauannya adalah sehina hinanya pribumi. Ia tidak mempunyai hak atas anak yg dilahirkan, tdk mempunyai hak atas semua harta yang diperoleh atas kerja kerasnya mengelola perusahaan.
Dan ia memutuskan utk melawan !...saat Mauritz Mellema anak dari istri sah suaminya datang dari Belanda menghina dan merampas semua haknya, anaknya Annelies beserta hasil kerja kerasnya. Sementara Robert Mellema, suaminya sama sekali tidak membelanya.
Minke yang telah menjadi penulis dan menikah dengan Annelies juga berjuang utk mempertahankan istrinya. Di mata Belanda, pribumi tidak punya hak di depan hukum.
Ada kata-kata mengharukan diakhir buku, saat mereka kalah dan An harus dibawa ke Belanda,,,
"Kita telah melawan Nak, Nyo, sebaik baiknya, sehormat hormatnya"
Setelah membaca buku ini, saya segera mengirim sms ke toko buku online dan memintanya segera mengirim buku kedua dari tetralogi ini .."Anak Semua Bangsa"
12 September 2008
NISKALA
Gajah Mada Musuhku....
Wah..! provokatif sekali judul buku ini....begitu lihat nama pengarangnya...ehmmm, gak heran...Kang Hermawan Aksan, yg pernah menulis buku "Dyah Pitaloka, Senja di langit Majapahit"...
Mengerti, sepertinya buku ini ditulis sbg imbangan atas perang bubatnya LKH..dari sudut penglihatan seorang yg memiliki pengetahuan luas atas Sejarah Sunda.
Yang mengejutkan,,,,buku ini lbh cenderung ke fiksi dibanding novel sejarah. Sehingga ekspektasi saya utk bisa tahu lbh detail ttg Sunda sepertinya tidak terpenuhi.
Buku ini menceritakan Raden Anggalarang, sang yuwaraja Sunda Galuh sblm bergelar Prabu Anom Niskala Wastu Kencana yg mencari keadilan atas terbunuhnya sang kakak Dyah Pitaloka beserta Prabu Linggabuana. Yah, spt lazimnya cerita2 silat, dlm pengembaraan bertemu gadis gadis cantik
Sia-sia harapan utk melihat sejarah sunda yg kental,,entah dlm bentuk tempat, nama, tata pemerintahan dan hal2 yg berkaitan lainnya. Novel ini malah cenderung emosional, sesuatu yg seharusnya dihindari oleh pengarang fiksi sejarah. Memunculkan emosi pembaca memang harus, tapi jangan sampai emosi pengarangnya yg mendominasi shg mengaburkan point-point penting.
Rupanya masih panjang perjalanan saya untuk mendapatkan pencerahan sejarah.
Sayang seribu sayang, novel yg seharusnya mjd novel sejarah malah spt fiksi belaka. Sepertinya Langit Kresna Hariadi msh yg terbaik.
08 September 2008
MC AVOY

James McAvoy,

Itu adalah nama pemeran utama pria dalam drama Atonement, di permulaan film gak ada kesan apapun tentang org ini. Mukanya khas Inggris, sedikit tirus, little bit pale, gak begitu sempurna

Tapi setelah lewat pertengahan, sepertinya ada kesan tersendiri ttg McAvoy......seksi? ..mungkin...walaupun butuh angle yg tepat utk menangkap kesan tsb...
Baru benar2 terasa saat menonton Wanted, dimana sbg pemeran utama pria yg benar2 explored. walaupun kesan muka stressnya tetap kentara,,,,tp aura sexy-nya makin menguat.
aneh, foto2nya di internet menurutku jarang yg bagus...tp di 2 film ini ada yg lain.....
07 September 2008
LELUHUR

Raden Anggadipati, ..
Sekilas terbaca dalam buku yg saya pegang di Gramedia, sebuah nama Sunda...pikiran saya tiba2 melayang ke Tatar Parahiyangan.
Dalam darah saya mengalir darah Jawa Sunda dan Palembang. Saya tahu banyak tentang sejarah Jawa, tapi miskin pengetahuan tentang leluhur yg berasal dari Sunda apalagi Palembang.
Hanya 1 buku ttg Sriwijaya dlm koleksi saya.
Begitupun ttg Sunda. Pengetahuan hanya sebatas kerajaan Tarumanegara, Maharaja Linggabuana Sang mokteng Bubat (gugur saat perang Bubat) dan Niskala Wastu Kencana yg merupakan anak dari Lingga Buana.
Pengetahuan yang cetek itulah yang mendorong utk mencari referensi tentang Sunda kuno. Agak susah krn buku2 yang banyak beredar adalah tentang kerajaan Jawa Tengah.
Mungkin sifat orang Sunda yg lembut dan cinta damai yang membuat kerajaan di wilayah Sunda tidak menonjol seperti Majapahit. Gaya bicara yg mengalun seperti bernyanyi semakin menegaskan kesan tersebut. Bala tentara kerajaan Sunda tidak seperti Majapahit atau Demak, mereka cenderung mengedepankan perdamaian.
Dari wikipedia, ada yg cukup mengejutkan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya adalah keturunan Sunda...dan hei...! bukankah Raden Wijaya atau Nararya Sanggramawijaya sang pendiri Majapahit (bagus banget namanya),,,menurut sejarawan adalah anak dari Dyah Lembu Tal denganRakeyan Jayadarma dari Sunda Galuh.
Karena itulah ada perjodohan antara Hayam Wuruk dgn Dyah Pitaloka yg dimaksudkan utk mempererat persaudaraan yg sayangnya malah berujung dg terbantainya keluarga raja Lingga Buana.
Gara2 buku Langit Kresna Hadi yg salah satunya mengedepankan perang Bubat, sempat dibahas di berbagai milis, dendam lama diangkat kembali.
Apabila bagi orang Jawa,Gajah Mada adalah pemersatu Nusantara, bagi sementara rakyat sunda ia adalah seorang Agitator. Kisahnya bisa dikembangkan dg berbagai macam versi.
Bagi saya, percampuran darah leluhur ini justru banyak membawa berkah. jadi lebih tertantang utk mengetahui lebih dalam sejarah Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)