16 Oktober 2010

Kenapa Hanya Kartini

Benarkah hanya Kartini tokoh emansipasi wanita? Apakah kehidupan wanita nusantara jaman dahulu sedemikian parahnya sehingga benar benar hanya Kartini yang mampu mendobrak belenggu tersebut.

Lebih jauh lagi jika ditelusuri tokoh Kartini lebih banyak diorbitkan oleh JH Abendanon atas rekomendasi Christiaan Snouck Hurgronje. Begitulah kira kira kira gugatan Profesor Harsja Bachtiar seorang sosiolog. Kartini didorong menjadi tokoh emansipasi wanita dalam kaitannya dengan politik etis.

Bila kita menoleh jauh ke belakang, Indonesia banyak mempunyai referensi tokoh wanita yang bisa dipandang sebagai penggerak emansipasi. Abad 17 ada laksamana wanita Keumala Malahayati, panglima perang armada angkatan laut kerajaan Aceh. Masih ada lagi Sultanah Safiatudin, yang memerintah Aceh sekitar abad 17 yang memajukan dunia kesusasteraan Aceh, sehingga karya karya Nurdin Ar Raniri dan Hamzah Fansuri dapat dikenal. Pada jaman Safiatudin pula VOC tidak dapat memonopoli perdagangan timah dan bahan tambang lainnya.

Yang sejaman dengan Kartini, ada Rohana Kudus dari Koto Gadang yang adalah jurnalis wanita pertama Indonesia.

Pertanyaan yang menohok, Mengapa hanya Kartini? bukan Rohana Kudus, Cut Nyak Dien dan tokoh lainnya. Ada satu kesimpulan yang mengejutkan menurut Harsja, karena selain Kartini mereka semua menentang Belanda.

Kartini yang dipingit oleh keluarganya merasa bahwa orang Belanda adalah penyelamatnya pada akhirnya melahirkan cara pandang yang berbeda, cenderung berpihak pada kolonial.

Harsja bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje seorang orientalis terkenal yang khusus didatangkan Belanda guna memadamkan perlawanan rakyat Aceh sebagai salah satu mata rantai dari penokohan Kartini tersebut.

Dalam buku Politik Islam Hindia Belanda dikupas salah satu strategi Hurgronje yaitu pembaratan kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan. Dengan strategi ini diharapkan kaum elite pribumi dapat dengan mudah didekati dan pada akhirnya rakyat akan mengikuti pimpinan mereka.

Tentu saya tidak ingin membahas kaitannya dengan Islam, walaupun tidak dapat dibantah tujuan utama Snouck Hurgronje adalah mencegah meluasnya pengaruh Islam di Indonesia melalui strategi di atas.

Saya lebih menekankan perlunya catatan alternatif seperti ini diberikan kepada masyarakat. Bukalah cakrawala pemikiran seluas luasnya. Agar tidak terjebak pada hal hal yang sudah distempel resmi dari atas.



Tidak ada komentar: