26 Desember 2018

Catatan Rapat di Balai Desa



Pohon-pohon kemiri, mangga, cendana, cengkeh dan vanilli banyak terdapat di kampung Otvai, Alor barat laut, pekerjaan penduduknya memang rata-rata peladang dan pemilik kebun.  Hampir di tiap rumah terlihat bak penampungan air berwarna kuning dengan stempel dana desa 2017.

03 Agustus 2018

Pemeliharaan Bangunan Tua dan Permasalahannya


SAMPAI DETIK INI

Pemeliharaan bangunan tua masih merupakan masalah di Indonesia.

Pemberian label sebagai bangunan cagar budaya tidak berarti semua masalah teratasi terutama bagi bangunan yang dimiliki oleh perorangan sebagai warisan dari leluhurnya karena tidak ada insentif dari pemerintah yang diberikan kepada pemilik bangunan, baik pengurangan pajak maupun bantuan dana perawatan.

Keluhan-keluhan semacam itu yang terungkap saat workshop mengenai pemanfaatan bangunan cagar budaya tanggal 30 Juni lalu.  Rudi, pemilik bangunan tua yang kini menjadi hotel Tiongkok Kecil di Lasem mempertanyakan partisipasi pemerintah daerah dalam pemeliharaan bangunan-bangunan tua di Lasem yang kini menjadi target pariwisata.

Para pengelola mesjid Langgar Tinggi di Pekojan yang merupakan bangunan cagar budaya juga memaparkan masalah kerusakan yang terjadi pada bangunan mesjid yang membutuhkan dana perbaikan tidak sedikit.  Masalah ini pernah diajukan ke dinas pariwisata dan kebudayaan dengan dokumen lengkap baik RAB, foto kerusakan dan design konstruksi namun terbentur oleh masalah biaya.  Dinas hanya sanggup membiayai maksimal Rp 200 juta sedangkan dana yang dibutuhkan mencapai dua milyar.  Masalah ini terkatung-katung hingga sekarang.

09 Juni 2018

Diskusi "Peranan Tionghoa Dalam Perjuangan Kemerdekaan dan Nasionalisme Indonesia

Sore yang cerah, halaman Museum Perumusan Naskah yang biasanya lengang terlihat lebih ramai dari biasanya.




Spanduk dan X banner terpasang di bangunan sebelah kanan gedung utama.  Di dalamnya terlihat kursi-kursi terisi nyaris penuh

Seorang perempuan tua berkursi roda yang didorong oleh ajudannya bergerak perlahan menyeberangi halaman dan terhenti di depan teras bangunan berspanduk itu.  Sedikit payah ajudannya berusaha mengangkat bagian depan kursi agar dapat masuk ke dalam.

Yang sepuh bukan hanya perempuan itu.  Sebelumnya seorang pria tua berjalan pelan dibantu kruk memasuki ruangan.  Para sepuh yang bersemangat menghadiri acara sore itu membuat panitia tergopoh-gopoh mencarikan tempat duduk yang lebih nyaman karena ruangan dengan cepat dipenuhi oleh para peserta.


Foto: Kecapi Batara