ASMARADANA
Sang asmaradana melayang
perlahan, mencari titian.
Pengembaraan akankah usai,
samar terpahat wajah,
dia kah, sang lintang panjer sore..
dalam mimpi sang ksatria.
wadah tumpahan hasratnya
26 Juni 2008
TB - Playgroup
Lazimnya Ibu Ibu yang mempunyai anak balita, hampir pasti selalu memasukkan anaknya ke Taman Bermain istilah kerennya Playgroup.
Alasannya pun seragam, supaya anaknya bisa bersosialisasi krn kegiatannya sepenuhnya bermain sambil sedikit sedikit disisipi pengetahuan seperti melipat, mewarnai dan berdoa. Intervalnya hanya 3 kali seminggu, 2 jam setiap pertemuan.
Saya juga salah satu dari kelompok Ibu diatas, selain saya juga berlagak seperti perempuan kantoran yg sibuk mengejar kebutuhan dan gengsi yang tidak ada habisnya.
Asyar anak saya, masuk TB Seruni pada umur 3 tahun, setelah setahun di TB akhirnya Juli tahun ini, sang Bunda Seruni yang sangat dekat dg Asyar menyatakan jagoan cilik ini sudah pantas utk naik ke TK A. Bukan saya yg ambisi loh, saya sih dg egois tetap ingin si raja kecil ini tetap di TB dan tetap menjadi balita .-.#%...
Tiba tiba saya merasakan keharuan yg menyentak, bukan saja krn Asyar beranjak besar tapi juga menyadari betapa sabarnya para Bunda pengasuh di TB. Saat pengambilan raport, diserahkan juga barang barang yg semula diletakkan di rak masing masing anak. Saat membuka kotak barang Asyar, terdapat hasil karya selama berada di TB.
Huruf yg masih mencong dan peot, buku gambar yg coreng moreng bak lukisan abstrak, juga hasil tempelan kertas warna warni.
Ah, time goes by...burung kecil ini mulai mengepakkan sayap, semoga nantinya akan menjelma menjadi Rajawali.
21 Juni 2008
KITCHEN CABINET
Meniru istilah Umar Kayam di buku tersohornya..Mangan ora Mangan yang menceritakan kehidupan harian beliau dengan 2 org Kitchen Cabinet dan anak2 nya. Kitchen Cabinet disini maksudnya yg membantu di rumah a. k. a pembokat.
Di gubuk saya, jelek2 begini saya juga punya dua Kitchen Cabinet, satu utk mengurus anak saya karena saya adalah perempuan yang sok sok-an berkarir. satu lagi utk mengurus rumah, mencuci dll.
Sehubungan dengan naiknya harga minyak dunia, maka saya sebagai salah satu pemegang saham merangkap direktur operasional dan keuangan di gubuk sawangan berkenan menaikkan kesejahteraan 2 Kitchen Cabinet tsb masing-masing Rp 50.000, efektif bulan Juni 2008.
Jadilah pengasuh ndoro kecil saya yang sudah 4 tahun ngenger di gubuk bergaji Rp 950.0
00 bersih tanpa potongan. sedangkan si mbak yang junior bergaji Rp 400.000,-Berhubung saya kurang tahu apakah ada perda ttg gaji suster dan pembantu. Jadi saya mengandalkan gosip2 para ibu RT utk menetapkan UMR utk 2 staf domestik saya.
Apakah mereka puas?,,wah ndak tau,,,tapi menilik wajah mereka yg berseri-seri..sepertinya situasi tetap terkendali.
Beberapa waktu yg lalu saya bertemu sahabat saya, istri seorang pangeran Batak perantauan keturunan Sisingamangaraja, dengan berseri seri beliau menceritakan pembantu barunya yang gres dari kampung yg bersedia mengurus 2 anak plus mengurus rumah dan rela dibayar Rp. 275.000,- utk ukuran Jakarta loh. Saya cuma bisa gedek gedek membayangkan hidup seperti apa yang dicita citakan dg uang segitu..dan apakah teman saya juga meluluskan permintaan yg ajaib tsb,,saya jg lupa tanya.
19 Juni 2008
Data adalah NYAWA
Kemarin, saat sebagian karyawan pabrik sudah pulang,,,tiba2 nyelonong email dari salah satu majikan di Kuala Lumpur, Malaysia yg isinya minta dikirimkan data biaya sulih suara dari Juni s/d Sept 2007.
Saya pun berusaha membaca pesan dalam bahasa Inggris yg canggih bin njelimet,,,,ooo..gitu toh pesannya...
Ternyata utk memastikan saya mudeng dg perintah tertulis,,,sang juragan merasa perlu mengontak saya langsung dari kantor pusat. Setelah blah,,,blah,,,,tanya jawab dlm bahasa Inggris akhirnya..Yes,.Inggih Juragan,,,,saya minta waktu sampai Jumat....!
Kamis,,,saya membuat draft dan membuka2 file saya,,,,,,Gusti Allah ora sare,,,,,he,,,he...data yg saya butuhkan ada semua....akibat saya lumayan rajin mengumpulkan data judul2 film yg disulih suarakan, . ..
Beruntung saya pernah nyambi jadi pengurus arsip...lalu naik pangkat jadi admin executive...sama saja yah......dan pernah menjalani indoktrinasi 3 tahun di barak Kalimalang tentang pentingnya rekam jejak. Ibaratnya kita mau ngapain aja pasti butuh data.
Singkat kata saya sudah selesai mengirimkan laporan pd hari Kamis.
Dengan kalimat berbuih buih,,,saya melampirkan laporan lengkap dg cc ke majikan saya yg lain. Seperti lazimnya majikan...mereka hanya menjawab dg kata pendek.."thanks!.....wah..Asu..!
Saya pandangi binder file dg mesra...dan berbisik "I love You",,,bya.. ha ha...
Saya pun berusaha membaca pesan dalam bahasa Inggris yg canggih bin njelimet,,,,ooo..gitu toh pesannya...
Ternyata utk memastikan saya mudeng dg perintah tertulis,,,sang juragan merasa perlu mengontak saya langsung dari kantor pusat. Setelah blah,,,blah,,,,tanya jawab dlm bahasa Inggris akhirnya..Yes,.Inggih Juragan,,,,saya minta waktu sampai Jumat....!
Kamis,,,saya membuat draft dan membuka2 file saya,,,,,,Gusti Allah ora sare,,,,,he,,,he...data yg saya butuhkan ada semua....akibat saya lumayan rajin mengumpulkan data judul2 film yg disulih suarakan, . ..
Beruntung saya pernah nyambi jadi pengurus arsip...lalu naik pangkat jadi admin executive...sama saja yah......dan pernah menjalani indoktrinasi 3 tahun di barak Kalimalang tentang pentingnya rekam jejak. Ibaratnya kita mau ngapain aja pasti butuh data.
Singkat kata saya sudah selesai mengirimkan laporan pd hari Kamis.
Dengan kalimat berbuih buih,,,saya melampirkan laporan lengkap dg cc ke majikan saya yg lain. Seperti lazimnya majikan...mereka hanya menjawab dg kata pendek.."thanks!.....wah..Asu..!
Saya pandangi binder file dg mesra...dan berbisik "I love You",,,bya.. ha ha...
Kenangan Gempa Jogja

27/05/06
Tiba tiba teringat gempa di Jogja 2 tahun yang silam, heran kenapa baru ingat sekarang. Padahal saat gempa berlangsung, saya dan keluarga sedang menginap di Hotel Santika tepat di tengah kota.
Sebelum berangkat ke Jogja, teman2 kantor sempat kaget karena saat itu Merapi sedang aktif dan kebetulan saya mendapat kamar hotel yang tepat menghadap gunung tsb.
Hari Sabtu, sehari sblm gempa..hotel tsb penuh dg tamu luar kota, diantaranya dari media cetak dan elektronik yang ditugaskan memantau Merapi.
Setelah malam sebelumnya berkunjung menengok sanak di Solo,,,pagi sekitar jam 05:30 saya terbangun, tapi masih bermalas malasan di tempat tidur. Asyar, anak saya yg waktu itu berumur 2 tahun sudah bangun dan sedang bermain main di samping saya.
Sekitar 15 menit kemudian, saya merasakan getaran..semula menyangka anak saya yg meloncat loncat...tp getaran bertambah keras...mendadak ada teriakan "gempa ...gempa". Seketika suara gemuruh mengalahkan suara2 teriakan.
Setengah sadar saya loncat, hmmm..insting seorang ibu, langsung menyambar asyar dan terhuyung-huyung berlari menuju pintu...suami dan ibu saya sudah mendahului. Baru kali ini saya merasakan berlari di tengah guncangan....di depan pintu semuanya oleng, ibu saya berusaha meraih gagang pintu...lagi lagi getaran membuat gerakan yang mudah menjadi sulit minta ampun. Akhirnya pintu berhasil dibuka, kami lari berpencaran...saya terseok2 menggendong asyar yang juga msh memeluk guling kesayangannya.
Patut dipuji pihak keamanan Hotel yang sigap mengevakuasi tamu hotel. mereka juga dg sigap menutup pintu kamar yg terbuka shg barang2 aman dari pencurian.
Sekilas saya sempat melihat ke arah gunung merapi,,,krn mengira gunung itu meletus...tp gunung itu kelihatan tenang tenang saja...Jadi apa? Di depan hotel, dipinggir jalan,,,tamu2 hotel terduduk lemas dg pakaian seadanya, saya sempat cemas krn ibu saya tidak terlihat,,,apa tertinggal di dalam hotel..shg saya menitipkan asyar kpd suami dan lari kembali masuk hotel. Akhirnya saya menemukan ibu sedang duduk di luar pagar hotel..pucat pasi.. dari mulutnya berulang kali terucap kata2 "astagfirullah.."
Getaran msh tetap berlangsung, sementara lalu lintas di Jl. Jend Sudirman
kacau balau...semua bangunan rusak, bahkan ada yg rubuh...orang berlarian... Cukup lama juga berada diluar,,,kembali pegawai hotel menunjukkan perhatian thd tamu2nya..mereka berkeliling membawakan air putih utk sekedar menenangkan. Sungguh luar biasa. ada teriakan "tsunami..." saya yg masih tersengal sengal menggendong asyar,,,sudah pasrah,,,krn lelah..tp sempat berpikir...Jogja kan jauh dr laut.....ternyata itu memang kabar bohong....
Akhirnya kita baru berani masuk kembali sekitar 45 menit kemudian,,,dan buru2 berkemas,,, mendadak teringat mobil yang diparkir..suami segera bergegas dan tak lama kembali membawa kabar buruk,,,krn mobil rusak berat..tertimpa genteng,,,,belakangan diketahui hanya bodynya yg hancur,,mesin dan ac tetap normal.
Untung ada saudara yg menjemput...shg kita berkonvoi ke Kaliurang ,,,jalanan macet....semua org panik,,,saat di mobil pun msh terasa goncangan2...nampaknya aparat tidak siap dg bencana ini,,,tidak ada petugas yg terlihat. shg keadaan menjadi chaos.
Sementara handphone berdering dr jakarta,,,ternyata metro tv sudah menayangkan huru hara gempa dr hotel santika,,,,dimana katanya gambarku yg sedang berlari membawa anak,,dan gambar aku di dekat mobilku yg hancur ditayangkan berulang ulang,,,,grhhhhhh.@#..%.
Teringat emang banyak crew TV yg kebetulan menginap di Santika. Akhirnya diputuskan mengungsi ke semarang...tapi berhubung saudaraku tdk bisa sampai semarang,,akhirnya smp magelang, kita turun di Mc Donald...wuahhhh udah kayak pengungsi,,,,tas tas koper,,,kardus oleh2...akhirnya dijemput saudara di magelang dan diantar smp semarang dan menginap semalam di patra jasa..sementara mobil ditinggalkan di jogja.
Sampai di semarang pun gempa masih terasa,,,,kita tidur dg perasaan waswas Di semarang,,,atas pertolongan seorang teman, Anjar,,,terima kasih ya Njar,,,kita berhasil mendptkan ticket Sriwijaya air utk pulang ke jakarta.

Kurang lebih seminggu setelah peristiwa tsb,,,di majalah otomotif ada foto mobil hijau hancur..dg judul kalau tidak salah "Asuransi utk bencana"....*senyum asem*...
Langganan:
Postingan (Atom)