26 Februari 2015

IMLEK DI BOGOR - Merayakan Keberagaman

Imlek tanggal 19 Februari kemarin memang ditemani oleh hujan sepanjang hari.

Namun cuaca mendung dan suram itu tidak menyurutkan semangat warga yang terus berdatangan ke klenteng-klenteng untuk memanjatkan doa.

Klenteng Jin De Juan di kawasan Petak sembilan misalnya dipenuhi oleh warga Tionghoa dan juga pengemis di luarnya.

Saya memilih Bogor untuk menyaksikan kemeriahan Imlek, tepatnya di vihara Dhanagun atau klenteng Hok Tek Bio di kawasan Suryakencana.  Gara-gara iseng mengikuti GPS, padahal tidak perlu juga, kita malah nyasar ke kawasan Ciampea,,,di tengah pasar Ciampea memang ada klenteng bernama Ho Tek Bio...hahhaha..Sial!!

  Tapi akhirnya sampai juga di tempat tujuan.walau sudah siang sekali. Namun masih banyak warga yang datang bersembahyang.


09 Februari 2015

Mengenang Pangeran Pemberontak

2 jam perjalanan Sawangan-Medan Merdeka Timur demi sesi pameran selama 15 menit? Beneran?..Bener banget.

Semua gara-gara saya melihat publikasi pameran "Aku Diponegoro" di Galeri Nasional. Galeri Nasional itu terletak di jalan Medan Merdeka Timur, bedakan dengan Museum Nasional. Tempat ini letaknya tepat di seberang stasiun Gambir; cukup gampang dicapai, patokan juga sangat jelas.


27 Januari 2015

Sekali Lagi KPK

Dengan santai saya berjalan kaki dari kantor menuju gedung KPK.  Untung sore ini udara cerah setelah tadi seharian diguyur hujan.

Setelah tadi pagi tersiar kabar penangkapan wakil ketua KPK Bambang Widjoyanto oleh Bareskrim, saya berniat, mumpung kantor berdekatan untuk mampir di gedung KPK.

Bukan, saya tidak ingin sok-sok ikutan demo bareng aktivis untuk #SaveKPK tapi sekedar mendokumentasikan kejadian ini. Jangan kuatir, tidak ada selfie muka saya dalam foto-foto :).  Tentu saja saya bersimpati tapi kalo ikut-ikutan demo untuk sekedar gaya-gayaan sih, Nehi ya..


Ini bukan saya
Saya kurang menyukai Abraham Samad karena terlalu sering tampil memenuhi undangan talk show di TV Swasta.  Mengingat kasus yang bertumpuk rasanya kurang elok kalau beliau sibuk dengan acara-acara di luar tugas utamanya.  Harusnya sih Bambang Widjayanto yang menjadi ketua KPK ya.

11 Januari 2015

BPJS dan Belajar Sabar

Buat apa punya kartu BPJS kalau tidak pernah dipakai.  Begitulah pikiran yang terlintas saat ibu disarankan untuk melakukan MRI terkait dengan diagnosa low back pain.  Biaya MRI yang cukup mahal, sekitar 3 juta rupiah menjadi alasan untuk itu.

Seperti biasa lebih dulu googling pengalaman orang-orang yang pernah menggunakan kartu BPJS.  Kalau dibaca sih, kayaknya melelahkan deh, tapi..kita kan gak tahu sebelum mencoba.

Dimulai dari minta rujukan ke puskesmas.  Puskesmas Beji yang letaknya ternyata cukup terpencil dalam artian jauh dari jalan utama, jadi angkot tidak sampai ke sana.  Setelah berhenti beberapa kali untuk tanya-tanya akhirnya ketemu juga puskesmas itu.

Cukup bersih, dan banyak juga yang antri.  Tapi kalo di puskesmas dibiasakan buka sendal ya, kayak bertamu..hahaha..Seperti biasa bingung dan tanya-tanya lagi lalu ambil nomer dan menyerahkan kartu BPJS menunggu panggilan.  Pengunjung puskesmas kebanyakan para lansia.  Malah bertemu tetangga ibu yang umurnya jauh lebih sepuh dan kalau jalan sudah bungkuk.  Tapi beliau sendirian naik ojek dari rumah ke puskesmas.  Ketika ditanya kemana anak-anaknya, dijawab masih pada tidur..ck..ck...bangunin  aja atuh bu.

14 Desember 2014

Dua dari Moloku Kie Raha: Ternate-Tidore

Hiruk pikuk kegiatan Mahakarya Indonesia yang dipunyai salah satu brand besar Indonesia telah berlalu.  Kegiatan pamungkas berupa jelajah rempah di Ternate dan Tidore bersama para blogger dan jurnalis juga telah dilakukan dan beruntung saya ikut dalam jelajah rempah tersebut.  Resminya ikut sebagai team content GELAR sedangkan yang terselubung adalah sebagai blogger. :)

Para blogger ini ditemani oleh nama-nama yang cukup terkenal buat saya sih.  Ada sejarawan JJ Rizal, Putu Fajar Arcana dari Kompas, dan Fotografer Barry Kusuma  ada lagi pegiat traveller kondang seperti Motulz.  Keren sih...

Dari Udara

Sudah lama memang saya ingin pergi ke wilayah timur Indonesia, sebagian dipicu oleh legenda rempah, sebagian lagi karena keindahan alamnya. Tuhan memang maha tahu dan niat itu pun terlaksana dengan begitu mudah.  Saya berangkat sebagai team advance, mendahului yang lain...horeee,,, bisa lebih lama jadinya.

Jadi setelah duduk di pesawat selama 6 jam yang berangkat dari Jakarta jam 2 pagi sampailah di Moloku Kie Raha, Ternate adalah satu dari Kie Raha; empat gunung Maluku.  Yang lainnya adalah Tidore, Jailolo dan Bacan.

Kalau kita buka uang kertas seribu rupiah di situ ada gambar gunung Maitara dan Tidore, dengan takjub saya melihat pemandangan tersebut di depan mata.