23 Maret 2014

Lembaga Anti Korupsi, Dulu dan Kini

Korupsi dan Gratifikasi.

Ribut-ribut pemberitaan itu selalu menemani hidup kita sehari-hari dari pagi hingga malam.  Mata dan kuping kenyang dibombardir berita para pejabat dan petinggi anu dari daerah A atau partai B yang dipanggil KPK untuk menghadapi sejumlah pertanyaan tentang asal muasal harta dan uang yang berseliweran di rekeningnya.


Tak heran jika penyelidikan tak pernah mulus tuntas karena melibatkan begitu banyak orang penting dengan skenario yang njelimet dan bertele-tele walaupun baunya sudah kemana-mana. Tidak ada kasus yang berdiri sendiri.


Ah ya, soal orang dekat Presiden yang disebut-sebut terlibat, tak usah heran.  Kalau mau ditelisik, Presiden pertama kita pun tak luput, disadari atau tidak terlibat dalam hal-hal yang berbau gratifikasi yang berujung pada intervensi kasus-kasus korupsi yang melibatkan orang dekat di lingkup kekuasaannya.  

06 Maret 2014

Perang Ideologi dan Kekerasan Budaya

Kebudayaan merupakan pusat kehidupan suatu bangsa dan juga akumulasi perjalanan hidup yang dinamis dimana seluruh energi dan pikiran manusia dikeluarkan untuk menghadapi tantangan.

Barang siapa dapat mempengaruhi dan mengarahkan kebudayaan maka dialah pemenangnya. Jangan heran bila negara-negara maju tak segan menggelontorkan dana, mendirikan pusat-pusat kebudayaan di negara-negara dunia ketiga, dari pemberian beasiswa pendidikan, pekan film, distribusi buku-buku sampai cara berpakaian dan musik yang nantinya akan berpengaruh terhadap gaya hidup dan identitas masyarakat.

Kebudayaan pun dapat diarahkan berdasarkan situasi politik yang berlaku pada masa itu. Nah, pengaruh kebijakan politik itulah yang nantinya menentukan hidup matinya suatu ideologi yang berimbas pada segala sesuatu yang berhubungan kebudayaan.

Khususnya pasca tahun 1965.
Bagaimana peran-peran agen kebudayaan asing CCF (Congress for Cultural Freedom) dalam mensponsori gerakan anti komunis di Indonesia. Dana CCF yang ditanggung hampir tanpa batas oleh CIA memungkinkan untuk mereka melakukan infiltrasi terhadap para cerdik pandai.  Saat Soekarno makin cenderung bergeser ke kiri, para cendekiawan dari PSI dan Masyumi serta aktivis kebudayaan mulai membangun jaringan dengan Amerika. Tak bisa dilepaskan nama populer Ivan Kats yang disebut-sebut sebagai orang CIA yang menyusup sebagai staf CCF.

dari google

18 Februari 2014

Sangego yang legendaris


Suasana kota lama yang khas mulai terasa saat memasuki jalan Merdeka yang terletak tepat di tepi sungai Cisadane.  Jalan ini kalau tidak salah berada tepat di belakang pasar lama Tangerang dan merupakan pemukiman Cina Benteng.  Di sisi jalan tepat menghadap sungai, pemerintah kota membangun taman sepanjang sungai yang cukup teduh dan rapi sebagai tempat warga duduk menikmati pemandangan.

08 Februari 2014

Tuan Tanah Dramaga di Bogor Barat

Tersembunyi di balik himpitan rumah dengan akses jalan kampung yang sempit dan bergelombang, orang tidak ada yang menyangka bahwa ada satu area dengan pilar-pilar besar yang tegak seakan menyambut tamu.




Di penghujung barisan pilar itu nampak bangunan putih berkubah dengan arsitektur klasik. Mirip bangunan-bangunan di Eropa sana.
Keheningan segera menyergap, tidak ada siapa pun di tempat ini, namun telinga saya menangkap suara tertawa dari arah rumah penduduk sekitar situ.  Cuaca yang mendung juga menyumbang kesan suram dari bangunan putih itu.

01 Februari 2014

Kamis Sore ke 339

Kasih Ibu memang sepanjang hayat. 

Tak ada ibu mana pun yang tidak penasaran tatkala kematian menjemput sang anak secara tidak wajar.  Mati memang teritori mutlak yang empunya Kehidupan, namun tidak dosa rasanya bila mempertanyakan penyebab maut menjemput.

Tidak ada yang salah jika sekelompok orang tua di awal tahun 2007 berdiri tegak dalam diam di depan Istana Merdeka.  Wajah mereka yang dihiasi garis-garis pengalaman memandang jauh ke arah gedung agung tersebut.


Gerakan yang terinspirasi oleh aksi serupa di depan Plaza De Mayo di Buenos Aires, Argentina di mana sekelompok Ibu juga melakukan aksi damai tiap Kamis sore sebagai bentuk protes atas penghilangan nyawa anggota keluarga terkasih.