26 Mei 2020

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas

Mungkin taman nasional yang paling sering didengar dari kecil dan memang merupakan taman nasional yang tertua.  Menurut websitenya taman nasional ini sudah dimulai sejak tahun 1936 dan saat ini luasnya lebih dari 125 ribu ha.

Dari pelabuhan Merak bisa naik kapal feri eksekutif yang hanya makan waktu 1 jam untuk sampai ke pelabuhan Bakauheni, Lampung.  Dari Bakauheni dilanjutkan dengan mobil menempuh jarak kurang lebih 90 km menuju Way Kambas.  Petunjuk dari google map dapat dipakai, jadi tidak perlu khawatir.
Sepanjang jalan cukup menyenangkan, tidak terlalu ramai dan jalan utama cukup mulus.


Karena kami pergi di hari Jumat yang merupakan hari kerja, tiba di Way Kambas sekitar jam 10 pagi dan masih lengang.  Dari pintu gerbang Way Kambas ke dalam perlu waktu beberapa menit dengan kendaraan melalui jalan yang menembus hutan tropis, walapun di beberapa titik nampak ladang milik masyarakat.  Terlihat sekelompok monyet sedang bermain di pinggir jalan.


06 April 2020

Kawasan Ekonomi Khusus - MANDALIKA

Apa itu Kek - kawasan ekonomi khusus?

Bila merujuk pada web https://kek.go.id/ itu adalah kawasan yang disiapkan untuk menarik investor dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional.  Pengembangan kek juga bertujuan mempercepat perkembangan daerah antara melalui industri pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.

Mandalika

09 Maret 2020

GELIAT LENGGER LANANG

Bulan Februari kemarin mendatangi festival Ketandan di jalan Ketandan yang terletak nyempil di daerah Malioboro.


Ketandan merupakan daerah Pecinan lama.  Selama ini jika wara wiri di Malioboro hampir tidak menyadari ada jalan Ketandan, yang tidak jauh dari pasar Beringharjo.

05 Januari 2020

Sedikit oleh-oleh saat mengadakan workshop identifikasi bangunan tua Tionghoa di Madiun, Pasuruan dan Sumenep.

Para peserta memang masih muda-muda, mahasiswa dan penggiat sejarah dari komunitas di daerah yang tertarik dengan bangunan tua di wilayah mereka.

Peseta dibagi per kelompok untuk mengidentifikasi bangunan tua yang sudah ditentukan.  Dari langgam sampai kerusakan serta rekomendasi bagaimana bangunan itu sebaiknya difungsikan jika berupa bangunan kosong.

Pengusulan bangunan milik perorangan menjadi cagar budaya sudah tentu harus mempertimbangkan berbagai segi.  Terutama dari pihak pemilik.  Apa yang akan didapatkan oleh pemilik bila bangunannya dijadikan cagar budaya.

Berikut ini beberapa bangunan tua di tiga kota tersebut:

Rumah tinggal di Sumenep

Rumah pemilik Batik Gajah Mungkur di Gresik

Bagian samping dalam Bakso Solo, Madiun




01 Desember 2019

Di Latifui - Alor

Naik motor dari Kalabahi menyusur ke arah barat di sepanjang jalan yang dibatasi oleh teluk Mutiara dan sebelum kampung Takpala motor berbelok naik ke atas.  Terlihat rumah-rumah adat beratap daun. Motor berhenti, seorang laki-laki berambut putih yang ternyata kepala kampung menyambut kami.  Bapa Karel begitu beliau dipanggil.  Menurut pak Karel kampung Latifui ini sudah ada dari sebelum Indonesia merdeka.

Kami diajak duduk di balai-balai di bagian depan rumah. Di dalam rumah panggung yang terbuka itu adalah dapur yang tengah digunakan oleh ibu-ibu.  Sementara kain-kain tenun digantungkan di halaman depan beserta kalung manik-manik, agar para pengunjung kampung dapat melihat sekaligus membeli. Seorang ibu tampak sedang asyik menganyam keranjang.