Pagi selalu didahului oleh fajar sebagai pembuka jaman.
Dan jaman selalu melahirkan sekelompok orang yang memegang kunci peradaban. Para pemegang kunci tersebut kadang berpikir, berbicara dan bertindak mendahului masanya.
Savitri Scherer melalui bukunya yang mengetengahkan pemikiran para nasionalis yang juga adalah para priyayi Jawa. Dalam tulisannya, Savitri mengambil 3 orang pemuka yaitu Soewardi Soeryaningrat, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soetomo.
Buku ini dicetak pertama tahun 1985, dan cetakan berikutnya baru muncul lebih dari 20 tahun kemudian. Beruntung akhirnya sempat menemukan karya klasik ini.
Selama ini kita terbiasa Soewardi, Tjipto dan Douwes Dekker dalam 3 serangkai. Namun kali ini Savitri justru memasukkan Soetomo menggantikan Douwes Dekker.
Tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut, bahkan bisa jadi ini makin memperjelas garis perbedaan gaya pemikiran



