10 Maret 2013

Tanjung Layar, Karang Menantang Langit di Sawarna

Sebenarnya sudah cukup lama ingin mengunjungi Sawarna di Bayah, Banten semenjak para backpacker dan bikers sibuk membicarakan tempat ini di dunia maya.  Namun kesempatan yang tepat baru datang saat saya cuti panjang.

Berbekal petunjuk dari sini, berkat Cumi-cumi lebai khodamnya Sawarna inilah saya mempunyai patokan rute yang jelas untuk dilalui mobil.  Semula ingin memilih rute Serang-Malimping-Bayah akhirnya beralih menjadi Ciawi-Sukabumi-Cisolok-Sawarna karena dikatakan jalur Malimping rusak parah.

GPS agak membingungankan karena begitu diketik kata "Sawarna" yang keluar adalah sungai Ci Sawarna.  Mungkin karena terpencil ya.

Berangkat jam 2 pagi dari Depok, menerabas jalur parung Bogor, terhambat sedikit di wilayah Sukabumi karena harus berlomba dengan barisan truk yang merambat.  Di Cibadak belok kanan melalui jalur Kabandungan yang penuh dengan kelokan dan tanjakan dahsyat.

05 Maret 2013

Menengok Kelurahan

Kali ini ingin menuliskan pengalaman yang mungkin sekali sangat remeh + temeh bagi orang lain, hanya saja saya yakin semua orang pasti mempunyai kesan sendiri-sendiri tentang hal ini.

Tentang pengurusan KTP!!!.


teras depan
Sebenarnya ini masih rangkaian cerita dari kehilangan identitas di negeri orang.  Yang memaksa saya untuk berurusan dengan lembaga tertentu,.... birokrasi kelurahan salah satunya.

27 Februari 2013

Apes di Negeri Orang

Gimana rasanya kehilangan dompet beserta seluruh isinya di negeri orang?

Ngeri pasti...Doa semua orang juga jangan sampai kehilangan apalagi dompet dan paspor di tempat yang bukan domain kita.  Tapi kalau itu kejadian juga...yahhh, tinggal mengingat-ingat aja dulunya kita pernah ngapain sehingga ditimpa kemalangan seperti itu.

Slamet Muljana dan Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa

Beberapa hari ini saya mengulang-baca sebuah buku klasik karya Profesor Slamet Muljana tentang Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa.

Slamet Muljana mendasarkan tulisannya pada catatan dari Klenteng Sam Po Kong yang dibandingkan dengan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda.  Nampaknya Slamet Muljana tidak melihat sendiri catatan-catatan tersebut.  Dalam pengantarnya ia menyebut nama Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan sebagai salah satu referensi.

Adanya catatan atau kronik dari klenteng Sam Po Kong nampaknya tidak dilihat langsung oleh Slamet Muljana, ia mendasarkankannya pada buku Tuanku Rao yang ditulis oleh Ir. Mangaradja. Di buku tersebut Ir. Mangaradja mencantumkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Residen Poortman yang ditugaskan menyelidiki asal usul Raden Patah.

Siapakah Raden Patah tersebut?

Umum telah mengetahui jika Raden Patah berayah Raja Majapahit beribukan putri Cina.  Namun tentu bukan itu yang menjadi satu-satunya pembahasan.

Bahwa Wali Songo merupakan sekumpulan ulama Tionghoa muslim, itulah yang menjadi sumber protes dari berbagai kalangan.