08 Maret 2013
05 Maret 2013
Menengok Kelurahan
Kali ini ingin menuliskan pengalaman yang mungkin sekali sangat remeh + temeh bagi orang lain, hanya saja saya yakin semua orang pasti mempunyai kesan sendiri-sendiri tentang hal ini.
Tentang pengurusan KTP!!!.
Sebenarnya ini masih rangkaian cerita dari kehilangan identitas di negeri orang. Yang memaksa saya untuk berurusan dengan lembaga tertentu,.... birokrasi kelurahan salah satunya.
Tentang pengurusan KTP!!!.
![]() |
| teras depan |
27 Februari 2013
Apes di Negeri Orang
Gimana rasanya kehilangan dompet beserta seluruh isinya di negeri orang?
Ngeri pasti...Doa semua orang juga jangan sampai kehilangan apalagi dompet dan paspor di tempat yang bukan domain kita. Tapi kalau itu kejadian juga...yahhh, tinggal mengingat-ingat aja dulunya kita pernah ngapain sehingga ditimpa kemalangan seperti itu.Slamet Muljana dan Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa
Beberapa hari ini saya mengulang-baca sebuah buku klasik karya Profesor Slamet Muljana tentang Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa.
Slamet Muljana mendasarkan tulisannya pada catatan dari Klenteng Sam Po Kong yang dibandingkan dengan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Nampaknya Slamet Muljana tidak melihat sendiri catatan-catatan tersebut. Dalam pengantarnya ia menyebut nama Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan sebagai salah satu referensi.
Adanya catatan atau kronik dari klenteng Sam Po Kong nampaknya tidak dilihat langsung oleh Slamet Muljana, ia mendasarkankannya pada buku Tuanku Rao yang ditulis oleh Ir. Mangaradja. Di buku tersebut Ir. Mangaradja mencantumkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Residen Poortman yang ditugaskan menyelidiki asal usul Raden Patah.
Siapakah Raden Patah tersebut?
Umum telah mengetahui jika Raden Patah berayah Raja Majapahit beribukan putri Cina. Namun tentu bukan itu yang menjadi satu-satunya pembahasan.
Bahwa Wali Songo merupakan sekumpulan ulama Tionghoa muslim, itulah yang menjadi sumber protes dari berbagai kalangan.
Slamet Muljana mendasarkan tulisannya pada catatan dari Klenteng Sam Po Kong yang dibandingkan dengan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Nampaknya Slamet Muljana tidak melihat sendiri catatan-catatan tersebut. Dalam pengantarnya ia menyebut nama Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan sebagai salah satu referensi.
Adanya catatan atau kronik dari klenteng Sam Po Kong nampaknya tidak dilihat langsung oleh Slamet Muljana, ia mendasarkankannya pada buku Tuanku Rao yang ditulis oleh Ir. Mangaradja. Di buku tersebut Ir. Mangaradja mencantumkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Residen Poortman yang ditugaskan menyelidiki asal usul Raden Patah.
Siapakah Raden Patah tersebut?
Umum telah mengetahui jika Raden Patah berayah Raja Majapahit beribukan putri Cina. Namun tentu bukan itu yang menjadi satu-satunya pembahasan.
Bahwa Wali Songo merupakan sekumpulan ulama Tionghoa muslim, itulah yang menjadi sumber protes dari berbagai kalangan.
13 Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)


