"Kalo ngomong toleransi harusnya yang memakai cadar juga dapat diterima sama baiknya dengan yang memakai pakaian biasa dong...." begitu saya pernah baca.
Kata-kata itu menyadarkan saya, selama ini saya selalu merasa aneh jika melihat perempuan bercadar, dan berpakaian serba hitam. Ya, mestinya saya bisa menghapus rasa diskriminasi itu. Jika saya masih seperti itu, namanya toleransi pilih bulu.
Jika saya santai saja melihat orang-orang berpakaian mini, kenapa saya tidak merasa sama jika melihat orang bercadar atau memakai celana gantung bagi prianya.
Selama ini kan saya suka atau tidak harus mengakui masih pilih-pilih. Lebih menghargai orang yang berpakaian rapi dan wangi, dibanding yang kumal. Lebih menghargai pegawai perusahaan dibanding supir angkot. Susah ya, jika kita masih dibayangi oleh standar ganda yang dibawa oleh kulit luar.
Selama ini kan saya suka atau tidak harus mengakui masih pilih-pilih. Lebih menghargai orang yang berpakaian rapi dan wangi, dibanding yang kumal. Lebih menghargai pegawai perusahaan dibanding supir angkot. Susah ya, jika kita masih dibayangi oleh standar ganda yang dibawa oleh kulit luar.



