07 Januari 2012

Makan Makan Jumat Malam

Janjian makan bareng di Senayan City jumat malam after office hours...huh,,,sebenarnya tidak suka dengan mall, apa boleh buat, teman teman ex kantor lama rumahnya mencar mencar, ada yang di kelapa gading, cirendeu, cibinong, bekasi,  dan tempat yang rata rata mudah dicapai dari kantor saya dan mereka adalah daerah seputaran senayan yang penuh dengan mall

Setelah ngider gak jelas...akhirnya berhenti di Carlo de Huts...ya Italy gitu deh....padahal bosen banget sama makanan itu.  Di kasih buku menu segede alaihim gambreng,  Pilih pilih menu...gambarnya sih lucu lucu ya..

Minumannya datang dengan tempat seperti toples...segitu hausnya ya...rasanya sih enak lah, yang Blue Alaska lucu, warnanya biru dengan taburan buah buahan kyk strawberry dan nenas. Saya pesan baby corn cheese..bentuknya kayak roti zupa soup hanya dibalik dan dalamnya diisi jagung, keju, potongan susis, ok lah...cuma secara kita orang Indonesia ya, tetap aja kudu ditambah sambal sama tabasco.
minuman plus nachos

Ada yang pesan bahari chicken rice balines,,,apaan sih,,itu ternyata kayak nasi kari, cuma bumbu karinya gak terlalu tajam jadi ramah di lidah, yang ini enak...., chessy kumpir-nya juga enak lah

Setelah makanan dengan nama aneh aneh berdatangan, barulah kita sibuk saling cowel milik yang lain.,,,biasalah. Makanan hampir kelar, eh mantan bos saya kucluk kucluk baru datang sama anaknya, order ajalah langsung bos...

Ngobrol ngalor ngidul, makin malam tempatnya makin rame, ternyata banyak penggemarnya si Carlo ini ya.

mantan bos digandulin anaknya
Akhirnya pesan dessert, ada creme brulee sama baked pear, teman saya penasaran karena sering lihat di MasterChef makanan ini, saya sih melihat bahannya tidak terlalu tertarik, krim sama telur..ihh....kalo telor ceplok sih ok. Saya menyicip baked pear yang disiram saus coklat plus ice cream..kayak gini rasanya buah pir yang dibakar itu...masih enakan yang segar ah....
cream brulee
Dessertnya gak terlalu banyak sih, cuma ice cream gitu, males pesannya.
Dan total getokannya Rp 778.000 makan berdelapan eh bertujuh ding..karena mantan bos makan berdua sama anaknya....

Overall sih ok, tapi bukan jenis rasa yang bikin pengen balik lagi...mahal juga kali


05 Januari 2012

Apa Aja

Kebetulan baca tentang mobil Esemka, hebat ya...anak SMK, SMK loh udah bisa bikin mobil sementara anak SMA favorit gak bisa apa apa tuh, selain tawuran..eh ada ding yang menang olimpiade.

Dan kebetulan..lagi, yang membuat itu anak SMK di Solo, yang walikotanya Joko Widodo.  Keuntungannya sudah pasti, dapat publisitas.  Suka atau tidak sosok Joko Widodo sudah menjadi brand image tersendiri, atau mungkin trendsetter kali ya.

Apapun yang dilakukan Jokowi, biasanya langsung mendapat kolom spesial dalam liputan dan biasanya positif. Namun bisa menjadi beban berat untuk Jokowi, karena biasanya orang sudah sedemikian jatuh hati dengan sosok ini sehingga tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun.

Termasuk keputusannya untuk menggunakan mobil Esemka yang dipuji oleh berbagai pihak dan berimbas pada banyaknya pesanan dari berbagai pihak, di sisi lain modal cekak dan prasarana yang minim menjadi hambatan produksi.

Sempat membaca sekilas running text di salah satu tv, tentang Dahlan Iskan yang menyarankan mobil Esemka diproduksi swasta. Tidak tahu akan sejauh apa keterlibatan pihak swasta, tapi apakah anak anak Esemka juga akan diikutsertakan jika memang diserahkan ke swasta, mestinya secara etika sih harus ya.

Ada lagi cibiran dari Bibit Waluyo, apa boleh buat rasanya brand negatif sudah terlanjur dilekatkan pada orang ini.

Namun yang bikin saya terpingkal pingkal adalah response dalam bahasa Jawa tentang comment negatif tersebut, bisa dibaca di beberapa media online.... kebanyakan adalah pisuhan.

Tiba tiba BB saya berbunyi, ada email masuk...dari teman saya "tolong tilpun dong......"  Lagi saya terkikik kikik...oalaahhh...Mas Hadi!!!, sampeyan kui wis gawe nang PBB, lambemu cas cis cus ngomong engselish neng ngomong telepon aja kok masih tilpun....

Yo wes, tak tilpun yooo.....

30 Desember 2011

RESOLUSI 2012

RESOLUSI TAHUN 2012.....

Saudara, saudaraaaa!!!! resolusi saya tahun 2012,,sederhana aja...berhenti kerja dan punya warung...!!!!

Benar, saya gak ingin jadi manager atau direktur di perusahaan,...Puluhan tahun menikmati kerja, semakin yakin kalau saya tidak butuh title untuk keren kerenan......saya hanya ingin punya usaha warung kecil,,,,punya saya sendiri..

aMINNNNN....



27 Desember 2011

25 Desember di Krakatau

Sambil melirik langit dari kaca mobil, saya menyetir melalui jalan utama Cilegon yang nyaris hancur lebur dan berdebu...di depan truk truk segede transformer berbaris,..pelan..wuaduuhhh....sementara mau nyalip juga gak mungkin, lajur sebelah padat.

Setelah ngebut di jalan tol Jakarta-Merak yang lengang, merayapi jalur Cilegon adalah siksaan, untunglah kemacetan itu segera terlalui.

Mobil terus melaju melalui penginapan, hotel, resort sepanjang Anyer...Melirik sekilas ke Marbella Resort sementara masih harus melaju 25 km menuju Carita.  Jalan lumayan mulus, namun bergelombang dan berlobang di beberapa ruas.  Jika jalan menuju Puncak padat saat ini, jalan Anyer Carita sepi...

Ya, saya sedang menuju Carita untuk melakukan geo tracking ke Krakatau.  Setelah cari cari info di internet, akhirnya saya memilih 1 day paket Rp 2,5 juta untuk 3 orang, sudah semuanya termasuk makan siang dan perbekalan selama di laut.  Karena membawa anak kecil tentu saja tidak mungkin melakukan backpacker trip murmer.  Lagipula setelah dihitung hitung backpacker itu mengambil jalur Lampung.  Dari Rajabasa Lampung harus naik angkutan lagi  menuju Kalianda dan menyambung ke Canti, dari Canti sewa kapal sekitar 2 - 2,5 juta per 20 orang...itu pun kapal kayu bermotor, dengan lama perjalanan 4 jam tanpa makan siang, peralatan snorkeling harus menyewa sendiri, belum lagi bayar ijin ke krakatau dan harus berangkat jam 5 pagi. Tidak ada boat seperti dari Carita, hampir sama kan, dari Carita malah lebih menghemat waktu.

Sempat dibilang sinting, karena ke krakatau membawa anak kecil, saat gunung itu sedang aktif, dan tahu sendiri kan ombak selat sunda di bulan Desember...weitsss, liburan kalo dengan gue gak boleh yang aman nyaman, kayak ibu ibu arisan,,,harus penuh petualangan, gak level tuh taman safari sama puncak,,,itu sih liburan oma opa...hahahahh...

Karena kita hanya 3 orang dalam 1 boat, tentu dong bisa pilih boat yang keren.

Hei, saya sudah sangat terlatih untuk soal budgeting dan travel arrangement...jadi sekali lihat sudah bisa mengambil perbandingan dalam rute perjalanan dan budget.

Melewati mercu suar tua berwarna putih..waah,..sudah lama ingin menginjakkan kaki di mercu suar ini.  Sampai juga di Sunset View...ehmmm hotelnya ternyata gitu deh...tapi lumayanlah, terpaksa pindah ke suite room karena yang deluxe kurang memadai ternyata...sempat ada kayu tempat gantungan gorden jatuh karena lapuk...hekkhh...!  di depan hotel banyak warung warung kayak bakso, sate dll,,,jadi lumayan deh kalo gak mau makan di hotel tinggal nyeberang jalan. 

Besoknya, jam 07:30 telah bersiap siap di hotel menunggu jemputan, tempat pemberangkatan ternyata hanya 2 menit jalan kaki dari hotel.... Cuaca lumayan bagus...berkah tanggal 25 Desember atau memang pawangnya jago, gak tau deh.:)

Seru juga melihat boat-boat pribadi di Marina Carita....banyak orang kaya nih di Indonesia.

Jam 8 pas, boat berangkat dari dermaga...full speed menuju krakatau..bukan main seperti naik mobil di jalan rusak,,,beberapa kali kapal melambung kemudian menghantam air,,,,yang gampang mabuk dijamin muntah. Saya sempat merasa mual,,,sialan! malu dong kalo sampe keok.   Selama 90 menit membelah Selat Sunda, akhirnya samar samar sebentuk kerucut tampak mendekat.   

Mata dipelototkan, mendekati Krakatau purba yang kini tampak hijau...di sebelahnya..busyettt..itu dia anak Krakatau....hitam gosong, kapal pelan pelan berputar mengelilingi gunung itu, tampaknya gunung itu sedang anteng, tidak terdengar suara gemuruh, namun aura angker terasa banget, karang karang bertonjolan.  Bau kentut yang ternyata adalah aroma belerang langsung tercium...wewww...Buat saya yang berdarah sunda, Krakatau adalah sama mistisnya seperti Merapi buat orang Jawa.

Seperti yang sering diceritakan, gunung ini tiba tiba muncul dari bawah laut tahun 1927, didahului oleh suara menggelegak di permukaan laut.

Nahkoda, mengarahkan ke daratan, di sana sudah ada beberapa orang yang juga berniat mendaki gunung itu, gak begitu tinggi sih..tapi panasnya itu loh...hah,,,mana saya pakai tank top lagi, dijamin gosong licin,,,apesnya sih kena sun burnt.  Ya sutra deh,,maju terus, rasanya pelindung matahari juga gak berguna.

Ampun deh, ternyata menaiki anak krakatau itu bikin napas tersengal sengal mirip orang asma, melewati hutan tropis sampai akhirnya jalanan mendaki yang berupa pasir hitam hebatnya Asyar semangat sekali, ia berjalan paling depan bersama pemandu dan jadi peserta termuda. Pasirnya sangat menyulitkan...apalagi saya menyandang tas berisi botol botol aqua,,,haiyah merangkap porter deh...!!!  Orang orang bule dengan cepat sudah sampe atas,,,,yahhh,,,kakinya panjang amat ya..



 Tapi sampai di atas, ih,,bukan main,,,pemandangan bagus banget, di kejauhan terlihat pulau Lampung...selat Sunda biruuuuu banget, ada kapal pesiar yang sedang berlayar menuju Ujung Kulon.


di punggung gunung














Sempat mengobrol dengan anggota polisi kehutanan yang kebetulan ada di atas, sambil melayangkan pandangan ke seantero kawasan.  Pak pemandu menunjuk pulau tak jauh dari anak krakatau yang berbentuk memanjang, pulau Panjang. Biasanya orang pada berkemah di sana untuk menonton jika anak Krakatau sedang berulah karena kawasan yang kita datangi ini akan ditutup karena berbahaya.

Setelah mondar mandir sebentar, akhirnya kita turun.  Berhubung susah sekali mengerem langkah, akhirnya saya mencopot sendal dan bertelanjang kaki menapak ke bawah,,,sekalian scrub telapak kaki di pasir dan batu panas euyyy...kayak pemain debus....PFewwwwh...akhirnya sampai juga,,,siap siap berlayar lagi menuju pulau Rakata yang masih di gugusan alias saudaraan dengan gunung ini.  Boat berhenti di tengah perairan sebelum sampai Rakata kalo gak salah namanya Lagoon Cabe, saatnya snorkeling..yeey,,,! langsung membuka kaus dan celana karena sudah memakai pakaian renang, ambil peralatan snorkeling....tadinya malas pakai life vest, dan langsung nyebur aja ke laut,  ternyata ombaknya lumayan ganggu, susah banget memusatkan perhatian ke terumbu karang karena harus mempertahankan posisi mengambang ....ya sudah,,,sini mana pelampungnya,,,Asyar baru pertama kali snorkeling,,,tapi semangat banget, biar harus batuk batuk karena kemasukan air laut,,,,top deh,,,,Ayahnya sudah biasa snorkeling,,,jadi seliweran anteng aja.

Saking asyiknya kaki saya menghantam karang,,,wadoww,,,,dua duanya berdarah,,sial...untung gak ada binatang laut yang sering menyerupai karang, bisa putus kaki saya kalau kebetulan menginjak itu...

Kelar snorkel, barulah merapat di pantai pulau Rakata, membongkar perbekalan makan siang...eh aneh, saya sudah climbing, snorkeling seharian penuh dan tidak makan dari pagi tapi sama sekali tidak lapar...akhirnya duduk saja di pantai sambil minum kopi dan makan buah.  Eh, ada biawak, gak cuma satu tapi beberapa dan lumayan besar, melenggang santai  menjulurkan lidahnya hanya 2 meter dari tempat saya duduk...kereennn....rupanya mereka mencium bau makanan.  Biawak ini pandai berenang, kata orang yang di situ mereka datang dari pulau pulau terdekat.

Lama juga kita di Rakata, sekelompok orang bule juga sedang asyik berjemur,,,suasananya tranquil, tenang mirip pulau pribadi.  Sempat mengobrol dengan mereka yang ternyata salah satunya adalah water atau traffic consultant ya? lupa nih.

Lalu pak pemandu yang akhirnya juga merangkap sebagai kapten kapal memberi isyarat untuk kembali ke Carita sebelum ombak meninggi. Waduh bakal ngebut lagi nih selama 90 menit.  Eh beneran ngebut, ditambah acara menukik dan mengerem dadakan plus ngepot. di laut....wuidiiihhh....

Akhirnya sampai juga di Carita, busyettt,,,hitam banget nih kulit,,,,biasanya kuning langsat,,,sekarang kayak tembaga ditambah belang belang di punggung...pasti abis ini perih plus pegel.  Kalau tadi jalannya excited banget, sekarang gontai kecapekan.

Sampai hotel langsung mandi, keramas tapi sial gak bisa langsung tidur,,,adrenalin masih tinggi, sementara yang lain sudah terjun ke pulau kapuk.  akhirnya tidur juga sih.


Besoknya siap siap pulang, badan masih pegel, kulit perih,,,hah, masih harus menyetir...tapi it's ok daripada ngantuk bengong di jalan, mending nyetir deh, kali ini kita pilih lewat Labuan, Pandeglang, Serang terus langsung tol, jalannya lumayan mulus, sepi,,,pemandangan juga bagus.

Finally sampai Jakarta, gantian ah,,,,gak asyik nyetir di Jakarta,,,macet maksudnya :)....sampai juga di rumah,,,langsung deh tumpukan pakaian kotor dan basah menggunung....Sorry nih Bik, kan 2 hari kemarin santai gak ada cucian,,,besok, eng ing eeenggg, segambreng!......


20 Desember 2011

LIBUUURRR....

Yeayyyy...!!!! saya akan ke Krakatau liburan Natal ini....sewa hotel beres, urusan boat done already...

Tinggal cuaca yang tidak bisa dinegosiasikan......semoga cerah, rencananya saya akan mengemudi sampai Carita menginap satu hari dan keesokan harinya berangkat menuju krakatau pagi pagi dengan long boat.

Persiapan snorkeling harus segera beres....mengingat saya membawa anak kecil, harus ada peralatan tambahan.

Sebenarnya untuk menekan biaya bisa saja saya bergabung dengan backpaker grup, mereka berencana akan bertahun baru di krakatau, namun melihat detail perjalanan mereka yang harus menyeberang menuju dermaga canti Lampung dan berganti ganti kendaraan umum, tidak memungkinkan mengingat saya hanya mempunyai waktu terbatas dan akan sangat melelahkan bagi anak kecil.

Jadi saya memilih langsung dari carita, dengan konsekuensi biaya lebih mahal tapi teroganisir rapi, which is sangat mudah karena dibantu oleh travel tour yang saya temukan melalui internet.

Hotel saya 25 km setelah Marbella resort, begitu menurut keterangan contact person hotel.

Mudah mudahan gunung itu sudi sedikit menahan kemarahan saat kami menghampiri kakinya.  Sedikit melemparkan abu tak apa, asal jangan meletus seperti tahun 1883.

Ah, saya lupa belum bilang pada orang tua saya...hmmm...ibu saya pasti akan ribut mencegahnya...beliau tidak berani menginjak gugusan anyer - carita selama Krakatau meradang.  Padahal gunung keramat itu tidak pernah berhenti mengamuk.

Berarti PR saya belum selesai.